Jumat, 18 September 2026
Hot

Duka Keluarga Asal Blitar dalam Musibah Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8

Dua kakak beradik asal Blitar menjadi korban tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8. Sang adik ditemukan meninggal dunia, sedangkan kakaknya masih dicari.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, BLITAR – Musibah tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa menyisakan duka mendalam bagi sebuah keluarga di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Rabu (16/9/2026).

Dua orang bersaudara asal Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, menjadi korban dalam peristiwa memilukan tersebut. Sang adik yang bernama Reyner Fausta Yosilianto (22) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara kakaknya yang bernama Susanto (36) masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Kedua bersaudara ini melakukan perjalanan laut untuk mengirimkan muatan makanan ringan. Barang bawaan tersebut diangkut dari wilayah Lamongan dengan tujuan akhir ke Kalimantan menggunakan Kapal Virgo Transport 8.

Dalam pembagian tugas kerja, Susanto bertindak sebagai pengemudi kendaraan ekspedisi tersebut. Sementara itu, sang adik yang bernama Reyner mendampingi perjalanannya sebagai kernet.

Article ad in the middle of article

Keluarga korban pertama kali mendengar kabar mengenai kecelakaan laut ini lewat media sosial pada hari Minggu, 13 September 2026. Pada awalnya, pihak keluarga sempat menerima informasi yang menyebutkan bahwa kedua putra mereka masuk dalam daftar penumpang selamat.

Ibu kandung korban, Wiwik Susiati, mengungkapkan kecemasan yang ia rasakan setelah tidak kunjung menerima kabar lebih lanjut. Komunikasi dengan kedua putranya tersebut mendadak terputus sepenuhnya setelah kabar kecelakaan beredar.

“Saya mendapatkan data selamat. Nah, ternyata saya tunggu tidak ada kabar lagi dari anak-anak,” ujar Wiwik.

Pihak Jasa Raharja kemudian mendatangi kediaman keluarga korban pada hari yang sama antara pukul 11.00 hingga 12.00 WIB. Mereka mengabarkan bahwa petugas telah menemukan salah satu korban, namun identitasnya belum diketahui pasti.

Reyner diketahui tidak membawa kartu tanda penduduk atau KTP selama melakukan perjalanan kerja tersebut. Petugas akhirnya melakukan prosedur identifikasi sidik jari untuk memastikan identitas jenazah yang ditemukan.

“Reyner tidak bawa KTP. Setelah disidik jari ternyata Reyner anak saya teridentifikasi sebagai korban,” tutur Wiwik.

Pekerjaan Baru Bagi Sang Adik

Wiwik Susiati menceritakan bahwa pekerjaan mengantar barang lintas pulau ini sebenarnya sudah sangat sering dijalani oleh anak sulungnya, Susanto. Sebaliknya, bagi Reyner, pekerjaan di bidang ekspedisi ini tergolong sebagai hal baru.

Sebelum memutuskan ikut bekerja dengan kakaknya, pemuda berusia 22 tahun tersebut sehari-hari bekerja menggarap lahan di sektor perkebunan. Ia terpaksa beralih profesi sementara waktu karena kondisi musim kemarau yang sedang melanda daerahnya.

“Kalau Susanto kakaknya sering, tapi Reyner baru tiga kali ini ikut, baru satu bulan. Biasanya dia kerja di kebun tapi karena ini musim kemarau dia ikut kakaknya,” jelas Wiwik.

Proses Pencarian Susanto Masih Berjalan

Setelah identitasnya dipastikan, jenazah Reyner Fausta Yosilianto segera dipulangkan ke rumah duka untuk kemudian dimakamkan secara layak. Kini, fokus keluarga sepenuhnya tertuju pada proses pencarian Susanto yang masih belum membuahkan hasil.

Tim SAR gabungan terus berupaya menyisir perairan guna mencari keberadaan korban lain yang masih dinyatakan hilang dalam kecelakaan Kapal Virgo Transport 8. Seluruh warga Desa Krisik bersama pihak keluarga terus memanjatkan doa agar Susanto dapat segera ditemukan dalam kondisi apa pun.

Article ad after last paragraph