HARIANEXPRESS, BLITAR – Istana Gebang di Kota Blitar, sebuah rumah peninggalan keluarga Soekarno, kini menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik perhatian, Minggu (16/8/2026).
Bangunan berarsitektur Belanda ini menyimpan jejak masa remaja proklamator kemerdekaan, Bung Karno, yang pernah tinggal di sana setelah ayahnya dipindahtugaskan ke Blitar sekitar tahun 1917.
Istana Gebang: Jejak Masa Remaja Soekarno
Berlokasi di Jalan Sultan Agung Nomor 59, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Istana Gebang dulunya dibeli oleh ayah Soekarno, R. Soekeni Sosrodihardjo, seorang guru yang dipindahtugaskan dari Mojokerto sekitar tahun 1917. Saat itu, Soekarno, yang berusia 16 tahun, menikmati masa remajanya di rumah tersebut.
Kisah Keluarga Soekarno di Blitar
“Pak Karno (Soekarno) sebenarnya lahir di Surabaya, tapi tinggalnya berpindah-pindah. Salah satunya pernah tinggal di Blitar. Ya, di sini ini rumah beliau dan orang tuanya,” kata petugas jaga Istana Gebang, Hendro Agus Widodo.
R. Soekeni Sosrodihardjo bertugas sebagai guru dan mantri guru di Normal Jongens School, kini SMAN 1 Kota Blitar. Keluarga Soekarno tinggal di sana hingga ayahnya pensiun dan meninggal, sementara Bung Karno melanjutkan studi SMA di Surabaya dan kuliah di Bandung.
“Jadi rumah ini dulu dibeli ayahnya Pak Karno, kemudian ditempati sampai pensiun dan tutup usia. Sedangkan Pak Karno menempuh pendidikan di beberapa daerah, seperti tingkat SMA di Surabaya dan kuliah di Bandung,” terangnya.
Blitar dalam Perjuangan dan Peristirahatan Terakhir
Tak hanya menjadi tempat tinggal, Blitar juga krusial dalam sejarah perjuangan, menjadi lokasi diskusi Soekarno mengenai pemberontakan PETA (Pembela Tanah Air) bersama Shodanco Soeprijadi, Shodanco Muradi, dan Shodanco dr. Ismangil. Meskipun sempat berwasiat dimakamkan di Batu Tulis, Bogor, pemerintah memutuskan Soekarno dimakamkan di Blitar bersama orang tuanya.
“Wasiatnya minta dimakamkan di Batu Tulis, tapi dari pemerintah saat itu Soekarno akhirnya dimakamkan di Blitar bersama dengan orang tuanya,” terangnya.
Pelestarian Sejarah dan Edukasi
Istana Gebang telah mengalami renovasi dan kini tampak semakin megah, dengan patung Soekarno yang sedang duduk membaca buku berdiri di halaman rumah. Minat masyarakat terhadap destinasi wisata sejarah seperti Istana Gebang dan Makam Bung Karno tetap tinggi.
“Harapan kami tentu sejarah Bung Karno dan pemikirannya tentang bangsa ini terus dijaga dan diteruskan. Istana Gebang juga sudah direnovasi, semakin bagus dan menarik. Salah satunya untuk mengajak generasi muda belajar tentang sejarah dan perjuangan bangsa,” tandasnya.
Jejak Bung Karno di Blitar menjadi bagian esensial dari sejarah bangsa yang terus dikenang dan dipelajari oleh generasi penerus.


