HARIANEXPRESS, BLITAR – Revitalisasi lantai dua Pasar Legi Kota Blitar baru mencapai sekitar 20 persen dan ditargetkan selesai pada 18 Desember 2026, Rabu (16/9/2026).
Proyek pengerjaan yang menggunakan pagu anggaran sekitar Rp624 juta tersebut difokuskan pada perbaikan struktur bangunan tahap awal. Perbaikan itu mencakup atap, dak beton, hingga sistem drainase.
Pekerjaan di lapangan dipantau langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar Parminto bersama konsultan pengawas dan perwakilan pedagang. Sebanyak 25 pedagang yang sebelumnya beraktivitas di lantai dua telah direlokasi sementara ke lantai satu.
“Kami juga melakukan koordinasi dengan pengelola pasar dan perwakilan pedagang, termasuk sosialisasi bahwa nanti akan ada revitalisasi,” ujar Parminto.
Selain struktur bangunan, penataan lantai dua juga mencakup pembongkaran 210 unit kios partisi yang banyak tidak digunakan. Pihak dinas merancang desain atap dan dak agar tahan terhadap cuaca tropis serta dilengkapi sistem drainase yang baik.
“Desain atap dan dak dirancang agar mampu menghadapi kondisi cuaca tropis dengan sistem drainase yang baik untuk mencegah genangan dan kebocoran,” tutur Parminto.
Fasilitas keamanan kebakaran seperti hidran dan alat pemadam api ringan (APAR) sesuai standar sistem manajemen keselamatan konstruksi (SMKK) juga disiapkan. Pemerintah Kota Blitar berharap penataan ini dapat mengombinasikan nuansa tradisional dan modern untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan.
“Untuk keamanan kebakaran, terdapat hidran yang sudah ada dan APAR sesuai SMKK, serta ventilasi yang memadai untuk mengurangi risiko penyebaran asap,” jelas Parminto.
“Pasar tetap jalan di siang hari, malam juga tetap ada aktivitas, sehingga Pasar Legi bisa hidup kembali dan pedagang bisa berdagang lagi,” pungkas Parminto.








