HARIANEXPRESS, BLITAR – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menambah 444 unit renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), menuntaskan masalah RTLH di Kota Blitar, Kamis (2/7/2026).
Keputusan penambahan kuota ini akan memastikan semua 444 unit RTLH yang belum terjangkau program bantuan bedah rumah pada tahun 2026 kini dapat dicover sepenuhnya oleh Kementerian PKP. Renovasi masing-masing rumah dialokasikan anggaran sekitar Rp 20 juta dan ditargetkan selesai pada bulan Oktober tahun ini.
Berdasarkan data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Blitar, terdapat 837 unit RTLH di wilayah tersebut. Sebelumnya, 393 unit telah mendapatkan bantuan program bedah rumah sepanjang tahun 2026 dari berbagai sumber.
“Tadi sudah kami dijelaskan di awal, kami tambah 444 unit. Kita mau tuntas, ngapain bolak-balik kalau bisa tuntas. Pegawai siap, pekerja siap, Wawali siap, Sekda Provinsi juga siap bantu,” ujar Maruarar Sirait.
Dalam kesempatan yang sama, pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Bondogerit, Kota Blitar, juga mencatat efisiensi anggaran sebesar Rp 49,5 juta atau sekitar 20,2 persen. Penghematan signifikan ini diperoleh dari negosiasi terbuka antara 14 calon penerima BSPS dengan tiga toko penyedia bahan bangunan.
“Ini uang rakyat. Hasil efisiensi ini harus dikembalikan lagi kepada masyarakat karena itu merupakan hak mereka. Saya sudah berkeliling ke berbagai daerah, baru kali ini melihat proses negosiasi seperti ini, bagus sekali. Artinya, masyarakat benar-benar dilibatkan dan prosesnya berlangsung secara transparan,” kata Ara.
Wakil Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah menuntaskan masalah rumah tidak layak huni di Kota Blitar. Elimin berharap, program bedah rumah ini juga akan menggerakkan roda ekonomi lokal serta menyerap lapangan pekerjaan.


