HARIANEXPRESS, BLITAR – Sebanyak 15 mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang dosen senior, Rabu (13/5/2026).
Insiden ini telah menimbulkan trauma mendalam bagi para korban. Pihak kampus segera menanggapi kasus tersebut dengan serius.
Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNU Blitar menonaktifkan sementara dosen terduga pelaku. Mereka juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) Etik untuk memastikan proses penyelidikan berjalan secara independen.
Kasus dugaan pelecehan seksual ini mencuat setelah 15 mahasiswi dari berbagai angkatan melaporkan tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh dosen tersebut. Korban berasal dari angkatan 2022 hingga 2025.
“Di setiap angkatan, di mana dosen itu mengajar selalu ada korban. Jadi korban sebenarnya lebih dari 15, hanya 15 yang bersedia kami dampingi,” ujar Ahmad Kafi (Ketua PMII Komisariat UNU Blitar).
Laporan ini memicu desakan agar pihak kampus mengambil langkah nyata. Penanganan kasus ini menjadi prioritas untuk menjaga lingkungan akademik yang aman.


