HARIANEXPRESS, BLITAR – Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba terlihat gelagapan saat Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruarar Sirait mencecar pertanyaan mengenai data rumah tidak layak huni, Kamis (2/7/2026).
Momen menegangkan ini terjadi selama kunjungan kerja Menteri Ara di Kota Blitar. Ia langsung menanyakan data penerima manfaat perbaikan rumah kepada Elim Tyu Samba.
Elim beberapa kali tampak bingung saat Ara mempertanyakan jumlah rumah tidak layak huni. Elim kemudian memanggil Plt Kepala Dinas Perumahan & Kawasan Permukiman untuk membantu.
“Terus berapa sih ada warga Blitar yang rumahnya tidak layak huni di Kota Blitar?” kata Ara.
“Kemarin pengajuan ada 1.000 sekian,” jawab Elim.
“Bukan pengajuan, datanya Ibu,” potong Ara.
“Datanya ada berapa ribu? Pak PLT mana?” kata Elim.
Pertanyaan tersebut akhirnya dijawab oleh Plt Kepala Dinas Perumahan & Kawasan Permukiman Kota Blitar, Kusno, yang menyatakan ada 837 unit rumah tidak layak huni. Menteri Ara lantas memutuskan untuk menambah bantuan renovasi sebanyak 444 unit rumah bagi warga Kota Blitar.
Ara juga meninjau langsung rumah penerima manfaat dan meminta proses renovasi dilaksanakan secara cepat dan transparan. Hal ini dilakukan demi menjamin kelangsungan hidup masyarakat.


