Kamis, 27 Agustus 2026
Hot

Hari Jadi ke-702 Kabupaten Blitar: Tradisi Pisowanan Ageng Tetap Sakral

Kabupaten Blitar gelar tradisi Pisowanan Ageng meriah pada puncak Hari Jadi ke-702, Rabu (5/8/2026). Ribuan perangkat desa dan kecamatan turut serta melestarikan budaya.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, BLITAR – Kabupaten Blitar kembali merayakan Hari Jadi ke-702 dengan menggelar tradisi luhur Pisowanan Ageng pada Rabu, 5 Agustus 2026. Acara ini merupakan manifestasi nyata dari upaya melestarikan warisan leluhur sekaligus mempererat ikatan sosiokultural di tengah masyarakat modern. Ribuan perangkat desa dan kecamatan yang memadati kawasan Alun-alun Blitar tampil anggun dalam balutan busana adat Jawa.

Para peserta Pisowanan Ageng juga membawa panji-panji yang merepresentasikan identitas wilayah masing-masing. Mereka menghidupkan kembali memori kolektif tentang tata krama dan kebersamaan masyarakat Jawa yang kental akan semangat gotong royong.

Rangkaian Sakral Hari Jadi ke-702 Kabupaten Blitar

Kesakralan puncak Hari Jadi ke-702 Kabupaten Blitar telah terasa sejak sehari sebelumnya. Pada Selasa, 4 Agustus 2026 sore, prosesi Bedhol Pusaka dilaksanakan dengan penuh khidmat. Rangkaian pusaka daerah diarak dari Pendopo Ronggo Hadi Negoro yang berada di Kota Blitar.

Pusaka tersebut kemudian dibawa menuju Pendopo Sasana Adi Praja di kawasan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Perpindahan pusaka ini menjadi penanda pembuka dari puncak peringatan hari jadi, melibatkan sinergi berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat luas.

Article ad in the middle of article

Filosofi Topo Pepe dan Sowan dalam Pisowanan Ageng

Memasuki hari puncak pada Rabu pagi, prosesi berlanjut dengan tradisi Topo Pepe. Ribuan abdi negara tingkat akar rumput ini berkumpul di Alun-alun Blitar. Secara harfiah, Topo Pepe merupakan laku menjemur diri di bawah terik matahari.

Ritual ini menyiratkan filosofi keprihatinan dan kesetiaan dari rakyat sebelum mereka menghadap sang pemimpin. Setelah menunaikan Topo Pepe, barisan pembawa panji-panji kebesaran tersebut berjalan beriringan menuju Pendopo Ronggo Hadi Negoro untuk melaksanakan inti acara, yakni prosesi sowan (menghadap).

Di pendopo bersejarah tersebut, kedatangan mereka disambut langsung oleh Bupati Blitar. Momen pertemuan ini melambangkan penghormatan dan komunikasi yang harmonis antara pemerintah daerah selaku pemangku kebijakan dengan perangkat desa dan kecamatan.

Pisowanan Ageng: Perekat Sinergi Pemerintahan dan Budaya

Tradisi Pisowanan Ageng membuktikan bahwa birokrasi pemerintahan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Sebagai puncak dari seluruh rangkaian Hari Jadi ke-702, tradisi ini mengirimkan pesan kuat ke ranah nasional. Kabupaten Blitar tidak hanya sukses menjaga identitas Jawa-nya agar terus hidup dan relevan di tengah masyarakat.

Lebih dari itu, Kabupaten Blitar menjadikan kebudayaan sebagai instrumen utama dalam merajut persatuan dan sinergi pembangunan daerah. Perayaan ini menegaskan komitmen daerah dalam mempertahankan nilai-nilai luhur dan memperkuat kebersamaan.

Article ad after last paragraph