Jumat, 06 November 2026
Hot

Museum Penataran Kabupaten Blitar Catat Kunjungan Positif Hingga 129 Ribu Orang

Museum Penataran di Kabupaten Blitar mencatat total 129.859 kunjungan sejak 2020 hingga Juli 2026, dengan kelompok pelajar sebagai pengunjung terbesar.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, BLITAR – Museum Penataran di Kabupaten Blitar berhasil mencatatkan angka kunjungan yang sangat menggembirakan dengan total mencapai 129.859 orang sejak tahun 2020 hingga akhir Juli 2026. Capaian positif ini dilaporkan langsung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar sebagai bukti pulihnya aktivitas wisata edukasi pascapandemi.

Peningkatan Kunjungan Wisata Sejarah di Blitar

Destinasi wisata sejarah ini terus memikat hati masyarakat untuk datang dan belajar secara langsung. Tren positif ini terus terlihat dari pergerakan data statistik yang dihimpun oleh pihak dinas terkait.

“Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar mencatat angka kunjungan tersebut menunjukkan tren positif, terutama setelah aktivitas wisata dan edukasi kembali pulih pascapandemi,” demikian rilis resmi dari dinas terkait.

Berdasarkan catatan dari Disbudpar Kabupaten Blitar, puncak kunjungan tertinggi dalam kurun waktu tersebut terjadi pada tahun 2024. Pada tahun tersebut, jumlah wisatawan yang datang ke museum ini menembus angka hingga 39.727 pengunjung.

Article ad in the middle of article

Statistik Kunjungan Sepanjang Januari hingga Juli 2026

Untuk periode terbaru dari awal Januari hingga tanggal 31 Juli 2026, Museum Penataran telah dikunjungi oleh 19.427 orang. Angka ini membuktikan bahwa minat masyarakat terhadap sejarah lokal tetap terjaga dengan sangat baik.

Jika dilihat secara bulanan pada tahun 2026, bulan April menjadi waktu favorit para wisatawan untuk berkunjung. Pihak pengelola mencatat ada sebanyak 6.693 orang yang datang ke lokasi ini khusus pada bulan April tersebut.

Profil Pengunjung Berdasarkan Kategori dan Kelompok

Bila dihitung secara kumulatif dari tahun 2020 sampai Juli 2026, kalangan pelajar menempati posisi teratas sebagai kelompok pengunjung terbesar. Kelompok pelajar ini memberikan kontribusi yang signifikan yaitu sebesar 43,13 persen dari keseluruhan total kunjungan.

Menyusul di posisi kedua, kelompok masyarakat umum memberikan kontribusi kunjungan sebesar 41,59 persen. Data kumulatif ini menunjukkan betapa pentingnya museum sebagai sarana edukasi bagi generasi muda.

Namun, dinamika menarik terlihat jika kita membedah data khusus untuk periode Januari hingga Juli 2026 saja. Pada rentang waktu tersebut, kelompok masyarakat umum justru tampil sedikit lebih dominan dibandingkan dengan kelompok pelajar.

Masyarakat umum menyumbang persentase kunjungan sebesar 48,14 persen dari total wisatawan. Di sisi lain, kontribusi kunjungan dari kelompok pelajar berada pada angka sebesar 43,50 persen.

Selain dua kelompok besar di atas, terdapat pula beberapa klasifikasi pengunjung lain yang tercatat secara rinci oleh Disbudpar Kabupaten Blitar. Kunjungan dari kalangan instansi dinas tercatat memberikan kontribusi sebesar 5,88 persen.

Selanjutnya, kalangan mahasiswa menyumbang porsi kunjungan sebesar 2,09 persen dari keseluruhan total pengunjung. Kelompok peneliti juga turut meramaikan aktivitas museum dengan kontribusi kunjungan sebesar 0,21 persen.

Tidak ketinggalan, para wisatawan mancanegara atau asing juga tercatat ikut mengunjungi destinasi bersejarah ini. Kontribusi kunjungan dari wisatawan asing ini berada pada angka persentase sebesar 0,18 persen.

Penguatan Fungsi Edukasi Melalui Cagar Budaya

Seiring dengan lonjakan jumlah kunjungan, Pemerintah Kabupaten Blitar terus melakukan langkah strategis untuk memperkuat fungsi museum. Langkah ini difokuskan pada penguatan aspek edukasi serta pelestarian sejarah daerah.

Upaya pelestarian ini diwujudkan secara nyata melalui penetapan koleksi cagar budaya yang ada di dalam museum. Pemerintah daerah secara resmi menerbitkan regulasi khusus untuk mendukung program pelestarian benda bersejarah tersebut.

Sembilan Koleksi Masuk Kategori Cagar Budaya Unggulan

Pemkab Blitar menerbitkan Keputusan Bupati Blitar Nomor B/180.05/172/409.1.2/KPTS/2026 untuk menetapkan benda bersejarah pilihan. Melalui keputusan ini, terdapat sembilan koleksi berharga Museum Penataran yang kini resmi berstatus sebagai Cagar Budaya Unggulan Peringkat Kabupaten.

Sembilan koleksi cagar budaya unggulan tersebut terdiri atas kategori tulisan kuno serta seni pahat batu. Secara lebih rinci, koleksi tersebut terbagi menjadi tiga buah prasasti sejarah dan enam buah arca kuno.

Tiga prasasti penting yang masuk dalam daftar keputusan bupati tersebut adalah Prasasti Kinewu, Prasasti Padlegan, dan Prasasti Jepun. Prasasti-prasasti ini menyimpan nilai sejarah yang sangat tinggi bagi perkembangan wilayah Blitar dan sekitarnya.

Sementara itu, enam arca kuno yang turut ditetapkan meliputi Arca Dewi Durga Mahesasura Mardini, Arca Mahakala, dan Arca Dewa Brahma. Koleksi arca lainnya adalah Arca Bima, Arca Dewa Indra, serta Arca Dewa Surya.

Penetapan status cagar budaya ini diharapkan dapat semakin meningkatkan nilai tawar edukasi dari Museum Penataran. Pengunjung kini tidak hanya sekadar berekreasi, melainkan juga dapat mempelajari peninggalan masa lalu yang telah dilindungi negara secara resmi.

Daftar Lengkap Koleksi Cagar Budaya Unggulan

Berikut adalah rincian lengkap dari sembilan koleksi bersejarah yang telah ditetapkan menjadi cagar budaya peringkat kabupaten:

  • Prasasti Kinewu – Merupakan salah satu dari tiga prasasti yang diakui secara resmi.
  • Prasasti Padlegan – Prasasti bernilai sejarah tinggi yang dilindungi oleh pemerintah.
  • Prasasti Jepun – Melengkapi jajaran prasasti penting di Museum Penataran.
  • Arca Dewi Durga Mahesasura Mardini – Karya seni pahat kuno yang bernilai tinggi.
  • Arca Mahakala – Arca bersejarah yang kini mendapatkan perlindungan khusus.
  • Arca Dewa Brahma – Bagian dari enam arca yang berstatus sebagai cagar budaya unggulan.
  • Arca Bima – Menjadi salah satu daya tarik utama bagi para pencinta sejarah purbakala.
  • Arca Dewa Indra – Arca yang mewakili kekayaan warisan budaya masa lalu Blitar.
  • Arca Dewa Surya – Melengkapi sembilan daftar koleksi unggulan yang telah ditetapkan secara formal.
Article ad after last paragraph